Pesatnya perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan dasar, khususnya terkait risiko plagiarisme digital pada usia dini. Di SDN Sirnagalih 04 Bogor, ditemukan fenomena di mana siswa kelas tinggi mulai memanfaatkan Generative AI untuk menyelesaikan tugas akademik secara instan tanpa melalui proses kognitif yang memadai. Kondisi ini jika dibiarkan akan mengikis nilai kejujuran intelektual, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas asli siswa yang seharusnya dibentuk sejak masa sekolah dasar sebagai fondasi karakter masa depan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif etika penggunaan AI dan merumuskan strategi preventif yang efektif untuk mencegah plagiarisme di lingkungan sekolah dasar. Melalui metode observasi lapangan dan studi kasus di SDN Sirnagalih 04, penelitian mengidentifikasi adanya ketimpangan antara nilai tugas luar kelas dengan kemampuan pemahaman siswa saat diuji secara langsung. Hal ini mengonfirmasi bahwa penggunaan AI tanpa pengawasan cenderung menjadi jalan pintas manipulatif daripada alat bantu instruksional yang sehat bagi perkembangan intelektual anak.
Klik Tombol Buka PDF Untuk Membuka PDF
